Home » , , » Menambah Headlamp Motor Menggunakan LED Bekas Senter SWATT POLICE | Creative Unik Modifikasi Lampu Motor Dengan Dengan Senter

Menambah Headlamp Motor Menggunakan LED Bekas Senter SWATT POLICE | Creative Unik Modifikasi Lampu Motor Dengan Dengan Senter

By Dion Mloto on 9.1.18

Ketemu lagi dengan saya dion mloto, kali ini saya akan berbagi ulah iseng dalam acara creative unik dan konyol modifikasi lampu motor dengan LED bekas senter SWATT POLICE. Judulnya ngawur ya hehee... nggak apa-apa lah namanya juga mloto. Jadi di sini saya benar-benar iseng karena mendapatkan senter SWATT POLICE yang sudah rusak. Tetapi LED cree masih menyala sehingga dalam otak kreatif saya muncul ide ginama kalau LED bekas senter ini di pasang di motor sebagai lampu depan?

WARNING!! Jangan mencoba sebelum membaca sampai habis!

Meskipun suka iseng dan usil, dalam me- modifikasi motor saya tetap mempertahankan part standard Om,. Karena kali ini kita akan modif lampu depan maka untuk urusan pencahayaan tetap mempertahankan headlamp standard. Modif ini hanya menambah headlamp motor dengan memanfaatkan barang barang bekas berupa LED senter SWATT POLICE. Ide ini di dukung pencahayaan senter swatt police yang sudah terkenal sangat terang dan fokus sehingga menambah daya kreatif saya untuk ber- eksperimen.

Untuk melaksanakan misi *chiee.. heee.* probelem pertama yang muncul di otak adalah masalah tegangan. Tegangan pada lampu senter SWATT POLICE sekitar 3 volt - 5 volt DC (mungkin) *karena saya nggak ngukur detilnya* sedangkan tegangan yang tersedia pada kelistrikan motor yang terendah adalah 12 volt. Nah loh?! Dan lagi saya ndak mau membebani aki ( accu / accumulator ) yang nanti akan berpengaruh kepada sistem starter mesin. Putar otak lah yang kenceng....

Dengan pertimbangan hal-hal tersebut di atas maka kerja otak saya untuk modif headlamp motor ini makin kenceng bro, rada mumet juga,. cuma pada akhirnya saya menemukan jalan keluar terbaik dan ter- aman untuk menambah Headlamp motor dengan lampu senter bekas SWATT POLICE. Hal pertama yang terlintas adalah di mana saya harus menempatkan lampu tambahan sebagai ganti headlamp standard? Saya mau posisi lampu agak tersembunyi dan kalau bisa tingginya maksimum sejajar karburator. Sambil duduk bersila di depan roda depan motor yang terparkir manis di dalam rumah mata saya tak henti-hentinya mengamati setiap detail lekuk demi lekuk, baut demi baut yang ada di bodi depan motor sembari tangan menimang-nimang kepala senter SWATT police bergantian kanan dan kiri. Sesekali  coba menempelkan di beberapa tempat sambil komat kamit baca mantra.

Wal hasil tempat dudukan lampu depan modif kepala senter pun saya temukan, yaitu terletak pada baut filter udara sebelah kanan bawah si Supri. Tetapi harus membuat dudukan baru agar sorot lampu nantinya mampu menembus depan tanpa terhalang spackboard roda depan. Secara batiniah dalam ilusi dapat saya gambarkan bahwa cahaya lampu senter nanti mampu fokus menyorot sekitar 5 sampai 7 meter di depan ban. Akhirnya posisi lampu saya tetapkan di tempat yang saya terangkan di atas.

Kemudian beralih ke bracket dudukan lampu LED bekas kepala senter. Masing dengan semangat juang tinggi bangkit dari duduk menuju ke dapur bongkar muatan kaleng-kaleng bekas dengan harapan saya akan menemukan sesuatu yang tipis, kaku namun masih mampu di tekuk-tekut. Ada plat bekas cover UPS;- ah motong dulu;- nggak jadi. Ada besi siku 2cm;- ah kegedean;- nggak jadi. Ada plat tebal 2cm x 10cm x 1mm;- busyett.. nekuknya setengah modar;- nggak jadi. Ada plat bekas PSU computer;- waduh?! lentur amat, kena gajrutan bengkok peyok kemana-mana donk;- nggak jadi. Ada siku 5mm x 30cm;- ngebentuk huruf Z -nya gimana? sulit;- nggak jadi. Nemu pipa tembaga 3/8" x 14cm bekas pipa AC;- Emm.. kalo di gepengin gimana ya? bisa di tekuk-tekuk kah? kuat kah? ;- Nhaaa.. ini dia ni. Balik kanan ambil palu 3kg sama besi potongan rel kereta tanpa pikir panjang gebug berkali-kali ntu pipa AC sampai gepeng jadi plat.

Wikhikhixixixii... jadi juga akhirnya bracket duduykan headlamp motor bekas senter SWATT made in deweg. Tekuk kanan tekuk kiri bor atas bawah sesuai baut dan jadilah seperti yang anda lihat di beberapa gambar ini. Kepala seneter LED cree pun sudah nongkrong manis di bawah filter udara Ni mas Supri. Posisi lampu tambahan untuk headlamp creative unik pun sudah selesai.

Ganti bab,...

Seperti yang sudah saya singgung di atas tentang supply listrik. Kebutuhan listrik lampu LED headlamp bekas lampu senter ini cukup kecil sekitar 3 - 6 volt sementara yang tersedia adalah 12 volt DC (dari Accu), 13 volt DC (output kiprok untuk charger), 12 volt AC (untuk lampu utama), dan tegangan liar AC output spool sebelum kiprok. Nah loh, pilih mana? Dengan pertimbangan ndak mau mengganggu kinerja kelistrikan standard maka saya pilih tegangan liar keluaran langsung dari spool, dengan konsekwensi saya harus membuat rangkaian penyearah mandiri. Artinya rangkaian ini berdiri sendiri untuk men- supply headlamp LED tambahan.

Untuk 'menjinakkan' tegangan liar alternating current (AC) keluaran spool maka saya harus kreatif bikin rangkaian elektronik. Di sini saya membutuhkan beberapa komponen yaitu Diode 6 Ampere. Saya pilih 6 ampere berpatokan pada fuse dan arus penyimpanan accu yang maksimumnya 5 ampere. Bener atau salah embuh ga ngerti,. Yang penting di coba dulu, paling-paling kalau nggak kuat, dioda nya meledak. Bongkar kardus komponen ternayata diode 6 ampere tak ada stok, malas ke toko akhirnya saya pakai diode 3 amper 2 biji di pasang paralel. Mledug ya udah ganti lagi, berarti nggak kuat *pikir saya*.

Kemudian saya perlu komponen penyetabil tegangan, artinya saya harus cari elco (Electrolit Capasitor), untuk kapasitas elco setau saya makin besar nilai Farad maka tagangan semakin stabil. Elco yang saya gunakan bernilai 1000uF/50volt. Setelah elco tentunya tegangan masih terlalu tinggi untuk di supply ke headlamp LED cree dari senter SWATT yang hanya butuh 3 - 6volt saja (embuh bener opo salah;- males ngecek) yang jelas di kasih 9volt tewas.  Untuk menurunkan tegangan saya butuh 'se- ekor' IC 7805 agar output maksimum 5 volt. Agar tegangan makin tenang dan tenteram saya tambah 1 elco 1500uF/25volt lagi di belakan IC 7805. Sehingga tegangan output landai di 5volt meskipun gas di putar mentok. Rincian komponen yang di butuhkan untuk membuat penurun tegangan supply LED cree headlamp ini sebagai berikut kawan:
  • Diode 6 ampere 1 pcs (atau 3 Ampere 2 pcs di pasang paralel/jajar)
  • Elco 1000uF/50volt 1 pcs
  • IC regulator 7805 1 pcs
  • Elco 1500uf/25volt 1 pcs
  • Papan PCB bolong 3cm x 7cm (se-adanya saja)
  • Kabel secukupnya


Skema rangkaian regulator untuk supra x standard -nya seperti di bawah ini bro..



Setelah komponen terkumpul, action pertama yang saya lakukan adalah membuka cover samping kanan kiri depan dan tengah, serta samping kiri belakang. Di bagian kiri belakang terdapat regulator kiprok supra x standard. Setelah si Supri telanjang separo, selanjutnya kita fokus pada kiprok. Kita cari kabel yang berasal dari spool magnet.


Kita ulas sedikit tentang regulator kiprok supra X standard ya bro, biar nggak salah babat kabel. Terdapat 4 pin/kaki pada kiprok honda supra x standar, kita asumsikan posisi kiprok tengkurep, kisi-kisi berada di atas. Dengan penjelasan sebagai berikut:
  • Pin kiri atas dengan kabel merah adalah output kiprok untuk charger accu, tegangan maksimum sekitar 13 volt DC.
  • Pin kanan atas dengan kabel warna kuning adalah output kiprok untuk supply menuju lampu utama, tegangan maksimum 12volt AC, ( Si Supri 15volt AC karena sudah pernah di modif )
  • Pin kiri bawah dengan kabel warna putih adalah input kiprok yang berasal dari spool magnet, tegangan liar mengikuti RPM mesin (AC) ---> Ini yang kita pakai.
  • Pin kanan bawah dengan kabel warna hijau adalah massa/body/grounding/min

Setelah kita mengetahui jalur dan fungsi masing-masing pin pada kiprok honda supra X standard, maka sudah dapat di tebak jalur kabel mana yang akan kita oprek kupas tuntas untuk men- supply headlamp LED cree tambahan proyek kita bro,.

Next.. fokus pada kabel warna putih input kiprok. Kabel ini sebagai penghantar listrik dari coil spool magnet menuju kiprok untuk di olah dan di bagi-bagi menurut kebutuhan sang motor. Kita kupas sedikit isolator kabel menggunakan tang potong ( atau pisau cuutter juga bisa ). Setelah terkupas, ambil kabel baru dengan panjang sekitar 50cm, sambung dengan cara melilitkan kabel baru tersebut dengan kabel warna putih. usahakan lilitan kencang karena arus yang mengalir cukup tinggi. Isolasi dengan baik, pastikan tidak ada serabut tembaga yang keluar dan rapikan kembali.

 

Kita asumsikan rangkaian elektronik sudah di rakit sesuai dengan skema di atas. Sebelum di rakit (di sambung ) ke jalur kelistrikan sepeda motor, ada baiknya di lakukan tes rangkaian terlebih dahulu dengan menggunakan trafo stepdown untuk memastikan tidak ada konsleting pada rangkaian yang sudah di rakit. Berapapun tegangan output trafo stepdown, keluaran setrum dari rangkaian eletronik ini harus maksimum 5volt DC, tidak boleh lebih. Kalau lebih berarti IC rusak.




Setelah rangkaian lolos QC, cari wadah isolator untuk melindungi rangkaian dari shortbody maupun air hujan. Dion mloto menggunakan botol bekas air mineral sekali minum seperti terlihat pada gambar.


Kemudian kita ukur berapa tegangan yang keluar dari spool magnet sebelum diode dan berapa tegangan yang keluar dari rangkaian elektronik yang kita buat. Ctt: Tegangan sebelum diode adalah tegangan AC (Alternating Current) sementara tegangan yang keluar dari rangkaian adalah tegangan DC (Direct Current), Jadi jangan salah mengatur knob AVO meter.

Hasil cek sebelum diode 6 ampere dengan RPM sedang

Tegangan yang keluar dari rangkaian elektronik
Dengan melihat skema di atas maka titik "dari spool AC" di sambung dengan kabel baru (yang 50cm tadi) kemudian titik "massa/body/min" di sambung ke body motor, baut mana saja yang penting nempel pada chasis motor. Saya cari aman dengan mencari kabel warna hijau/massa di batok lampu bawah speedometer. Setelah tersambung dan ter- isolasi dengan baik, nyalakan mesin motor dan ukur dengan AVO meter berapa output (pada titik + 5volt) rangkaian elektronik yang telah di buat tadi? Jika yang terbaca adalah 5volt DC maka rangkaian ini sukses. Lalu titik (+) 5volt di sambung dengan kutub positif LED cree senter yang sudah terpasang di bracket dudukan. Min /Massa bisa di gabung dengan kabel hijau atau di sambung ke baut body motor.



Eksperimen creative unik dion mloto membuahkan hasil sukses, Lampu LED cree tambahan untuk headlamp supra X standar sudah menyala,. Namun.... SAYANG SEKALI ketika di lakukan tes drive keliling kampung, ternyata tingkat pencahayaan dari hasil modifikasi headlamp LED cree senter SWATT POLICE ini masih kalah dengan pencahayaan lampu PJU. 

Pada gambar memang tampak terang sekali, di tambah dengan suasana ruang tamu agak gelap menjadikan hati berbinar-binar atas hasil yang di capai, tapi ternyata oh ternyata... bagaikan katak dalam tempurung,. begitu tempurung di buka nyali pun menjadi cuit ciut mengkeret kayak siput di sentil.

Hadeuhhh kampret!

Masih kalah deh sama lampu kolong yang sudah modif duluan.. Malah sudah lebih dari 2 tahun menemani kegelapan jalanan ibukota (pantura sempet 2 kali). Duh biyungggg.... Pilu Sodara pemirsa sekalian,.. Tunggu hasil oprek kreatif unik dion mloto selanjutnya saja ya,.. (pending dulu, belum dapet wangsit dari langit)


*Mohon di sori acak kadut, ngantuk banget broo...

0 comments:

Post a Comment

Kalau komentar belum di jawab, artinya saya jarang online atau memang ilmu saya belum sampai ke situ bro,